Kisah Pilu dari Desa Labuhan Haji: Saat Ibu Rumah Tangga Bertaruh Cemas Melawan Bayang-Bayang “Garam Cina” Terduga Bandar Inisial SDM

Wartapedia (Wartalabura)
1 jam lalu
Lihat Semua
Disalin

Wartapedia.co | KUALUH HULU – Di sudut Desa Labuhan Haji, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), hari-hari belakangan ini tak lagi terasa sama bagi para ibu rumah tangga.

Ada kecemasan yang diam-diam merayap di sela-sela obrolan dapur dan teras rumah. Sebuah rasa takut yang bersumber dari satu hal: masa depan anak-anak mereka yang kini dibayangi oleh peredaran gelap “garam cina”—istilah lokal untuk narkotika jenis sabu.

​Aktivitas haram ini diduga digerakkan oleh seorang pria berinisial SDM. Sosok yang belakangan kerap menjadi buah bibir, bukan karena menorehkan prestasi, melainkan karena dinilai telah merampas ketenteraman warga.

​Sembari menatap jalanan dengan pandangan penuh harap, Sri Wahyuni, seorang ibu rumah tangga setempat, akhirnya memberanikan diri bersuara.

Kepada awak media pada Jumat (10/7/2026), ia menumpahkan segala keluh kesah yang selama ini mengganjal di dadanya.
​”Kami ini hanya orang tua, khususnya para ibu, yang setiap hari berdoa agar anak-anak pulang ke rumah dalam keadaan selamat.

Tapi sekarang, rasanya cemas sekali. Kami ingin lingkungan ini kembali bersih, aman, dan ramah untuk anak-anak kami,” tutur Sri dengan nada lirih namun tersirat ketegasan.

​Bagi Sri dan ibu-ibu lainnya di Desa Labuhan Haji, keberadaan aktivitas yang diduga dikomandoi oleh SDM ini sudah seperti duri dalam daging.

Mereka menyaksikan bagaimana pelan-pelan rasa aman di lingkungan mereka terkikis, berganti dengan kekhawatiran bahwa generasi muda di sana akan menjadi korban berikutnya dari jeratan barang haram tersebut.

Suara Sri Wahyuni bukanlah sekadar keluhan personal, melainkan representasi dari jeritan hati kolektif para ibu di Kualuh Hulu. Mereka kini hanya bisa menggantungkan harapan besar pada pundak Aparat Penegak Hukum (APH).

​Warga sangat mendambakan adanya perhatian khusus dan tindakan nyata dari kepolisian setempat.

Kehadiran petugas untuk menindak tegas terduga bandar berinisial SDM dinilai sebagai satu-satunya benteng terakhir yang dapat menyelamatkan lingkungan mereka dari kehancuran sosial.
​”Kami sangat memohon kepada bapak-bapak penegak hukum, tolong dengar jeritan kami ini.

Jangan biarkan masa depan anak-anak kami hancur oleh ‘garam cina’. Tolong bantu kami mengembalikan kedamaian di kampung ini,” pungkas Sri, menutup perbincangan dengan harapan yang membubung tinggi ke langit Labura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x