PopulerTidak ada tag populer

Gebrakan Bobby-Surya Hapus Desa Tertinggal, Pemprov Sumut Siapkan Suntikan Dana KKSB hingga Rp50 Miliar

Wartapedia Wartasumut
17 jam lalu
Lihat Semua
Disalin

Wartapedia.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan amunisi besar untuk mengatasi ketimpangan infrastruktur dan perekonomian di tingkat desa.

Lewat terobosan bertajuk Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB), Pemprov bersiap merombak total tata cara pembangunan kawasan pinggiran.

Program Strategis Daerah (PSD) yang digagas pada era kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya ini, dirancang khusus untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara instan namun terukur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumut, Muhammad Suib, menegaskan bahwa KKSB bukan sekadar wacana, melainkan telah dikunci secara resmi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Program Kampung Kreatif Sumut Berkah ini sudah dituangkan dalam RPJMD dan merupakan program strategis daerah di era Gubernur Sumut Bobby-Surya,” tegas Suib dalam Konferensi Pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (28/8/2026).

Bukan Pembangunan “Eceran” Suib membeberkan, lahirnya KKSB dilatarbelakangi oleh rasa frustrasi terhadap minimnya progres pembangunan di sejumlah desa.

Selama ini, intervensi pemerintah kerap dilakukan secara parsial (terpisah-pisah), sehingga gagal mendongkrak denyut nadi ekonomi warga secara komprehensif.

“Dampak kebuntuan pembangunan ini mengakibatkan produktivitas ekonomi masyarakat rendah. Potensi alam di daerah itu tidak bisa dikembangkan, hanya digunakan secara tradisional saja,” kritiknya.

Melalui KKSB, Gubernur Bobby ingin mengubah paradigma tersebut. Pemprov Sumut kini menggunakan skema area based development (pembangunan kawasan terintegrasi), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan lewat pendekatan community driven.

“Bedanya dengan program dana desa biasa, kalau selama ini pembangunan sifatnya hanya parsial—membangun jembatan setitik, rumah sedikit. Tapi KKSB ini terintegrasi. Bisa satu dusun yang langsung dirombak total, atau satu kawasan wisata yang dibenahi menyeluruh,” jelas Suib.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Pemprov Sumut telah menyiapkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dengan angka yang fantastis.

“Melalui program KKSB ini, Gubernur akan menginjeksi bantuan keuangan khusus ke kabupaten/kota. Anggarannya tak tanggung-tanggung, minimal Rp5 miliar hingga maksimal Rp50 miliar per kawasan! Bantuan ini sama sekali tidak bisa diotak-atik untuk program lain,” tegasnya.

Pekerjaan Rumah: Hapus 1.228 Desa Tertinggal Injeksi dana raksasa ini tak lepas dari realita pahit di lapangan.

Merujuk pada Keputusan Menteri Desa (Kepmendes) Nomor 343 Tahun 2025, Sumut masih memiliki “pekerjaan rumah” berupa 521 desa sangat tertinggal dan 707 desa tertinggal dari total keseluruhan 5.417 desa. “Kondisi ini menjadi kerja berat kita.

Bagaimana kita bisa menggeser desa sangat tertinggal dan desa tertinggal itu agar bisa naik kelas menjadi desa berkembang,” tekad Suib. Pelaksanaan KKSB di lapangan akan resmi dimulai pada Januari 2027. Saat ini, prosesnya memasuki tahap penjaringan.

Pemprov Sumut telah membentuk tim khusus yang melibatkan 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan akademisi untuk menyeleksi proposal bantuan dari masing-masing kepala daerah. Setiap bupati atau wali kota hanya berhak mengirimkan satu usulan kawasan calon penerima bantuan KKSB.

“Terkait timeline, dari 1 Juli hingga 5 September 2026, tim akan menerima, memverifikasi, dan menilai proposal faktual di lapangan. Selanjutnya, pada 28 Oktober 2026, Gubernur akan menetapkan desa terpilih penerima bantuan. Pelaksanaan fisiknya baru dieksekusi Januari 2027,” pungkas Suib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x